Jangan Berpikir Parsial

Syarif Usmulyani.
SUNGAI RAYA – Pengamat Transportasi Udara Indonesia (Kalbar) Syarif Usmulyani Alkadrie menuturkan perspektif membangun Kalbar secara umum dan transportasi udara secara khusus, tidak boleh berpikir parsial ataupun disintergrasi, sehingga kerap muncul perbedaan persepsi.

“Berpikir harus komprehensif. Tidak memandang institusi, kelompok, atau individu. Demi memajukan Kalbar, apa kontribusi yang dibutuhkan saat ini? Itu dulu yang diperlukan dalam membangun infrastruktur udara,” kata dia kepada Pontianak Post, kemarin.

Menurut dia, sah-sah saja ketika wacana pemindahan bandara terus digaungkan. Namun, diingatkan dia agar cara dan kerangka berpikir harus saling terhubung, sehingga manfaat secara ekonomi, investasi, dan transportasi terintegrasi, dapat terwujud. “Sebab, bicara di Supadio, Kubu Raya, bukan soal tranportasi. Namun sudah lebih luas kepada alat penggerak ekonomi dan dunia investasi,” ucapnya.

Sebagai sarana penghubung paling cepat, katanya, transportasi udara di Supadio harus menjadi satu kesatuan, untuk mencapai tujuan kepada warga secara luas. Karena, bagi dia, pada prinsipnya tranportasi memberikan pelayanan aman, lancar, bergerak cepat, dan berdampak positif. “Makanya harus ada kontribusi apa berbuat apa dan untuk apa,” kata dia.

Saat ini, menurut dia, ketika berbicara mengenai Bandara Supadio, tidak bicara bicara mengenai untung rugi. Ditambahkan dia, harus ada kontribusi terarah dan nyata yang diberikan kepada pemerintah. “Dari Pemerintah Provinsi (Kalbar) bisa berbuat apa, begitu juga sumbangsih departemen selalu ditunggu. Ini satu bukti kalau pemikiran dipadukan, Kalbar akan maju ke depan. Kalau terus dipertentangkan, ibaratnya Kalbar akan mundur ke belakang.

Bicara pengembangan kerangka transportasi adalah intergrated dulu. Ambil contoh Putussibau, Ketapan,g sebaga bandara kedua, sebagai pendukung airport utama untuk Supadio. Namun saat tidak terangkat, justru kita bisa menghambat laju pengangkutan,” ujarnya.

Usmulyani yang juga tergabung dalam kepengurusan transportasi udara dunia menambahkan multifliereffect transportasi udara akan sangat terasa. Dijelaskan dia, jika biasanya pergi ke Putussibau dengan jalur transportasi darat bisa memakan waktu hingga 18 jam, justru dengan melintasi udara menjadi lebih singkat.

Itu, menurut dia, menjadi bukti kecepatan sebagai kontribusi, sehingga mempengaruhi ekonomi dan investor masuk. “Kita tidak berbicara institusi A atau B. Yang pasti mari duduk bersama bicarakan infrakstruktur udara. Jangan selalu dikesankan Angkasa Pura II mampu membangun runway atau tidak. Jangan persioalkan itu,” ujarnya. (den)

Sumber : Pontianak Post

No comments:

| Copyright © 2013 Kubu Raya Mandiri