Ayo Tangkap Dan Adili Kelompok Kriminal Bersenjata Papua - Berita Kubu Raya - Kalimantan Barat

Breaking

Unordered List

Monday, December 10, 2018

Ayo Tangkap Dan Adili Kelompok Kriminal Bersenjata Papua

www.simplyasep.com  Seperti yang sekarang viral di berbagai berita di tanah air tentang pembunuhan sadis terhadap 31 pekerja proyek Trans Papua yang diduga kuat dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya membuat kita semua kaget. Bagaimana tidak pemerintah Reoublik Indonesia yang giat melaksanakan percepatan pembangunan di seluruh Papua diganggu oleh KKB tengil pimpinan Egianus ini.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, juga sudah memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk segera menumpas 
kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua ini sampai ke akar akarnya.  Pembunuhan keji terhadap 31 pekerja proyek Trans Papua ini sudah jelas melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) dimana masyarakat biasa (Sipil) menjadi target sebuah pertempuran.

Anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua inilah yang diburu TNI - POLIRI atsa aksi terbaru mereka di Papua. Sumber Foto Warta Kota Tribun NEws
Anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua inilah yang diburu TNI - POLIRI atsa aksi terbaru mereka di Papua. Sumber Foto Warta Kota Tribun NEws

Sangat ironis sekali di saat ada usulan Referendum untuk kemerdekaan Papua dimana mereka tiada hentinya menuduh Tentara Nasional Indonesia (TNI) melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) justru menjadi bumerang bagi mereka sendiri.  Tindakan keji para anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ini sudah jelas justru mereka lah yang melanggar Hak Asasi Manusia dan Konvensi Generwa

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam sebuah wawancara dengan sejumlah media baru baru ini mengatakan siap melaksanakan perintah Presiden Republik Indonesia, Joko Widodom untuk menumpas habis KKB Papua ini sampai ke akar akarnya.   Hadi berjanji para pelaku akan segera ditangkap karena kejahatan ini sudah bukan lagi kriminal biasa, dan aparat Polisi dan TNI bisa bersama sama memburu KKB ini untuk ditangkap dan diadili sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sebagai pimpinan tertinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal Hadi jelas gusar karena dari 31 orang pekerja Trans Papua yang terbunuh di lokasi ternyata ada salah satu prajurit TNI yang gugur yang bernama Sersan Satu (anumerta) Handoko. Prajurit TNI itu gugur dalam tugas akibat penyerangan KKB pimpinan Egianus Kogoya itu.

KKB Sudah Seperti Israel
Di saat TNI-Polri akan bergerak cepat dengan membentuk tim gabungan untuk memburu , di bagian lain Pemimpin Gerakan Persatuan Pembebasan Papua Barat (ULMWP) Benny Wenda seperti yang dilansir oleh 
The Guardian dan dimuat diCNN Indonesia meminta seluruh elemen pro kemerdekaan tetap fokus pada upaya diplomasi untuk referendum namun dia tidak dapat mencegah jika Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) memerangi pemerintah Indonesia yang dianggap menjajah

Papua adalah wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan oleh karenanya Pemerintah Indonesia bekerja keras mempercepat pembamgunan di seluruh daerah wilayahnya termasuk Papua yakni dengan membangun Trans Papua. Justru penyerangan brutal yang dilancarkan sayap Gerakan Persatuan Pembebasan Papua Barat (ULMWP) Benny Wenda yang justru menjadi penjajah di tanah air.

Aksi koboi kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya ini sudah tidak dapat diterima. Aksi brutal pembantaian terhadap 31 orang pekerja Trans Papua dianggap sudah menyerupai aksi brutal tentara ISRAEL terhadap Palestina. Seluruh dunia sudah tau kalau ISRAEL adalah penjajah yang memblokade Palestina dan menguasai negeri Palestina seolah olah adalah daerah mereka sendiri.

Siapa menjajah siapa? 
Aksi keji kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya sudah seperti menantang perang terbuka dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polisi. Bahan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) sudah bertekad untuk terus menyerang setiap pembangunan infrastruktur lakukan serangan lanjyang dilakukan oleh pemerintah Indonesia di Papua termasuk warganya yang dianggapnya sebagai penjajah. Mereka mengaggap segala bentuk kehadiran pemerintah Indonesia di sana sebagai penjajahan.

Baru baru ini, seperti dilansir oleh portal berita terkenal di Indonesia, DETIK COM , memuat komentar dari Juru bicara menamakan diri Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Sebby Sambom bahwa apa yang dilakukannya dengan membunuh 31 Pekerja Trans Papua bukanlah pembantaian melainkan penyerangan dan alasan utama kelompoknya ingin mencapai kemerdekaan Papua, dan Papua pisah dari Indonesia.

Jelas ini sudah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) karena menargetkan masyarakat atau sipil yang sama sekali tidak ada keterkaitan dengan kegiatan perang sebagai sasaran militer. Papua adalah wilayah Republik Indonesia, dan terus berupaya melakukan percepatan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia termasuk Papua. Namun dengan arogannya Juru bicara TPNPB Sebby Sambom mengatakan mereka tidak butuh pembangunan dari Indonesia, Papua hanya butuh lepas dari Indonesia.

Jika kelompok kriminal bersenjata ini masih juga tidak mau berkompromi terhadap penawaran apapun dari Pemerintah Indonesia, maka aparat Republik Indonesia dalam hal ini TNI- POLRI juga jangan mau berkompromi dengan mereka.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam wawancara dengan DETIK COM sebelumnya menyebut jumlah kekuatan kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya tak lebih dari 50 orang. Jumlah senjata yang dimiliki kelompok tersebut sekitar 20 pucuk senjata api.

Mungkin para fighter (pejuang atau petempur) anggota dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya ini terlalu percaya diri dapat mengalahkan pasukan TNI yang sudah sangat berpengalaman dan mempunyai kemampuan memberangus kelompok teroris di seluruh Indonesia. Sudah tangkap semua, adili sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Republik Indonesia. Jika masih membandel, sebaiknya ditumpas habis saja tanpa ampun.(Dari berbagai sumber)

No comments:

Post a Comment