Larasita, Layani Tanah Masyarakat

Foto Denny/Pontianak Post
SUNGAI RAYA – Emmiel Albert Evert Poluan, kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Kalbar, menuturkan salah satu ini bentuk pelayanan Larasira merupakan kantor bergerak, hingga melayani ke pelosok pedalaman desa. Dengan pelayanan tersebut, dia yakin akan mampu menekan persoalan pembiayaan.

“Itu tujuan diadakannya pelayanan pertanahan dengan mobil larasita ini,” katanya, Selasa (26/6). Menurut dia, pelayanan larasita sangat berbeda dengan reformasi agraria. Kalau reformasi pertanahan, menurut dia, adalah bagaimana tanah berlegalitas dimanfaatkan secara optimal dan tidak dibiarkan begitu saja.

Itu juga, ditambahkan dia, menjadi tanda kemakmuran pemanfaatan tanah dengan legalitas sertifikat. “Di situ ada kepastian hak, sehingga meminimnalisir konflik dan tanah bisa dimanfaatkan,” ujarnya.  Sementara itu, kepala Kantor Pertanahan Kubu Raya, Firdaus, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan berbagai permasalahan agraria yang kerap terjadinya di kabupaten termuda di Kalbar ini.

Salah satu caranya, menurut dia, yakni dengan pengadaan mobil Larasita (Layanan Rakyat untuk Sertifikat Tanah). Layanan tersebut mulai diluncurkan kembali pada Selasa (26/6) kemarin. "Dengan Larasita ini, kita berharap dapat menyelesaikan berbagai permasalahan agraria di Kubu Raya. Seperti menghindari biaya-biaya yang mahal, menghindari terjadinya konflik agraria, dan melaksanakan program reforma agraria bagi masyarakat kecil yang tidak mampu," kata Firdaus.

Penjelasan itu disampaikan Firdaus usai Sosialisasi Larasita dan Reforma Agraria oleh Kantor Pertanahan Kubu Raya. Kegiatan itu dihadiri juga seluruh kepala desa dan camat di Kubu Raya. Pada kesempatan tersebut dilakukan sesi tanya jawab antara kades, camat, bersama pihak BPN.

Banyak hal yang diutarakan kades dan camat dalam pertemuan itu, seputar permasalahan tanah. Karena itu, ditambahkan Firdaus, dengan keberadaan mobil Larasita ini, bagaimana BPN mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dengan pola jemput bola.

Dengan kata lain, dia berharap mobil larasita layaknya kantor bergerak, sehingga menjangkau langsung ke masyarakat. "Ini salah satu komitmen pelayanan kami kepada masyarakat, termasuk dalam penyelesaian sengketa. Karena petugas kami langsung melihat kondisi di lapangan. Untuk itu kita inginkan dalam penyelesaian konflik agraria diselesaikan secara bersama-sama melalui musyawarah," katanya. (den)

Sumber : Pontianak Post

No comments:

| Copyright © 2013 Kubu Raya Mandiri