Warning Prajurit Harus Netral

Ridwan
PANGLIMA Kodam XIITanjungpura, Mayjen TNI Ridwan memberikan pengarahan kepada para pejabat Makodam. Terkait peningkatan kepemimpinan, profesionalitas dan netralitas prajurit menjelang pemilihan umum yang akan dilaksanakan di empat kabupaten di Kalimantan Barat

Pangdam mengatakan setiap pejabat Makodam harus dapat meningkatkan kepemimpinan. Yang mana, kepemimpinan tingkat atas sudah benar, yang belum benar di tingkat bawah harus ada pengawasan mulai dari tingkat Danru – Danton. “Pengawasan prajurit harus dilakukan agar tidak terjadi kesalahan dan pelanggaran anggota seperti kejadian di Cebongan dan Yon Armed,” katanya, kemarin.

Pangdam  meminta kepada prajurit untuk menjadi TNI-AD yang profesional. Agar seluruh satuan bawah di jajaran Kodam XII Tanjungpura dapat melaksanakan latihan yang optimal berjenjang dan berlanjut. “Laksanakan latihan dalam satuan yang terpenting terus meningkatkan latihan fisik secara rutin, sehingga seorang parjurit mampu dan mahir menjalankan tugas yang dibebankan prajurit,” ucapnya.

Guna meningkatkan kesejahteraan prajurit dan keluarganya, lanjut dia  TNI AD telah melakukan perehaban Rumah Tidak Layak Huni (RLTH) maupun pembenahan markas-markas satuan. Dengan harapan kepada para Dansat apabila masih terdapat satuan yang masih kurang baik untuk diperbaiki guna memenuhi kesejahteraan prajurit.

 “Kekuatan TNI ada pada rakyat ( kemanunggalan ) Baksos, kita selama ini telah menciptakan kerjasama guna membantu mensejahterakan rakyat dengan program TMMD, melaksanakan bedah rumah bekerjasama dengan pemerintah daerah maupun masyarakat, melaksanakan Bhakti Sosial pengobatan gratis dan lain-lain,” terangnya.

Selain itu, Pangdam meminta prajurit TNI AD dapat membangun kekompakan dengan POLRI dengan melaksanakan silaturahmi kepada kepolres maupun kepolsek. Dengan melaksanakan berbagai kegiatan, seperti olahraga bersama, apel bersama, bhakti sosial bersama bahkan lebih mengakrabkan dengan melaksanakan hiburan bersama TNI-Polri.

Dia pun meminta kepada Makodam untuk dapat mengelola keuangan negara secara transparan dalam penggunaannya sehingga tidak terjadi temuan, gunakan sesuai dengan ketentuan dan bekerja dengan professional, agar kedepannya tidak ada lagi temuan-temuan dengan cara menambah pengetahuan anggota melalui pelatihan dan penataran. “Yang tidak kalah penting, menjelang Pemilu dan Pemilukada, prajurit harus netral dan dapat melakukan pengamanan agar pelaksanaan demokrasi dapat berjalan lancar dan aman,” pungkasnya. (adg)

Sumber :Pontianak Post, Tanggal 30 Mei 2013. Halaman 18

No comments:

| Copyright © 2013 Kubu Raya Mandiri