Umat Islam Dilarang Bermain Tatung

SUNGAI RAYA-Menjelang palakasanaan atraksi tatung pada perayaan Cap Gomeh mendatang, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kubu Raya mengimbau ummat Islam untuk tidak ikut sebagai pemain tatung.

Penasehat MUI Kubu Raya, Jipridin mengatakan bagi kalangan umat Islam, tatung jelas melanggar norma-norma dan kaidah agama. Karena sebelum permainan tatung itu , ada ritual yang harus dilakukan, yakni memanggil roh-roh halus untuk masuk ke dalam tubuh pemain tatung agar tidak merasakan sakit ketika akan menampilkan atraksi-atraksi yang mengerikan.


“Dari pandangan aqidah, percaya kepada roh halus merupakan paham animisme. Dan sangat bertentangan dengan Islam,” katanya, Rabu (20/2).  Ritual-ritual memanggil roh-roh halus dan percaya dengan roh-roh halus itulah, lanjut Jipridin letak pelarangan bagi ummat Islam untuk ikut bermain sebagai tatung.

Namun menurutnya MUI tetap menghargai dan menghormati tradisi permainan yang dilaksanakan oleh masyarakat Tionghoa tersebut sebagai budaya dan kearifan lokal.  Jipridin menuturkan untuk penguatan akidah umat Islam agar tidak ikut bermain tatung karena jelas dilarang oleh agama.

Maka tokoh-tokoh umat Islam yang tergabung dalam wadah Islam seperti NU, Muhammadiyah di seluruh Kalbar sangat dibutuhkan untuk mengajak ummatnya menyatukan pandangan terhadap atraksi tatung. “Tentunya tetap mengedepankan toleransi kerukunan umat guna menghindari konflik,” paparnya.

Meski demikian, Jipridin menambahkan umat Islam jangan terjebak dengan toleransi tersebut dengan menjual keyakinannya. Setiap agama mempunyai koridor masing-masing. dan sudah jelas firman Allah SWT dalam surah Al Kafirun salah satunya menyebutkan bagi mu agama dan kepercayaan mu, bagiku agama dan kepercayaanku.

“Menghormati agama dan budaya tradisi orang lain tidak ada larangan tetapi yang dilarang adalah talbis mengikuti perbuatan orang lain yang jelas dilarang agama,” tegasnya.  Jipridin menegaskan MUI akan terus menyerukan dan mendorong gerakan moral ini kepada kalangan umat Islam agar tidak ikut dalam permainan tatung. MUI Kalbar juga harus bertindak cepat untuk menyikapi hal ini dan komunikasikan kepada MUI maupun elemen Islam lainnya.

Dia pun berharap peran orang tua dan tokoh-tokoh pendidik mampu memberikan pencerahan kepada anak-anaknya agar tidak ikut memainkan tatung. Pemerintah sebagai pengambil keputusan harus mampu membaca persoalan ini. Jika memang keterlibatan itu karena membutuhkan pekerjaan maka seharunya pemerintah membuka lowongan pekerjaan. (adg)

Sumber : Harian Pontianak Post

No comments:

| Copyright © 2013 Kubu Raya Mandiri