PLN Tak Tepat Janji Awal Ramadhan Listrik Masih Padam

SUNGAI RAYA—Warga dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kubu Raya khususnya dapil Kecamatan Sungai Raya meminta PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)  tidak lagi melakukan pemadaman listrik selama bulan Ramadhan 1433 Hijriyah, khususnya di wilayah Kubu Raya. “Pemadaman listrik sangat mengganggu aktivitas ibadah Ramadhan umat islam seperti kegiatan shalat tarawih, witir kegiatan tadarus dan ibadah lainnya," ungkap anggota DPRD Kubu Raya, dapil Sungai Raya, Henny M kepada wartawan, Minggu (22/7).

Menurutnya saat ini, pihak PLN masih melakukan pemadaman listrik dengan sistem bergilir selama lima sampai delapan jam setiap harinya. Itupun karena ketersediaan listrik yang dimiliki ternyata kurang memadai.  “Makanya kami berharap pelayanan listrik dari PLN tetap maksimal selama bulan suci Ramadhan. Ini juga supaya masyarakat dapat melaksanakan ibadah tanpa terjadi gangguan," ujarnya.
Dia menambahkan pemadaman listrik ini juga akan memicu peningkatan kriminalitas seperti pencurian rumah kosong, perampokan dan tindakan kriminal lainnya. “Tingkat pencurian rumah kosong cukup rawan selama listrik tidak menyala. Apalagi sebagian warga menjalankan salat tarawih, witir dan lainnya di masjid. Sehingga kondisi rumah dalam keadaan kosong tanpa penjagaan pemilik rumah," ucap dia.

Kata dia pemadaman listrik bergilir dapat mengganggu perekonomian warga. Sebab, perekonomian masyarakat ada yang sangat tergantung dari energi listrik.  "Kami berharap PLN untuk mencari solusi, agar tidak ada lagi pemadaman listrik dan diharapkan juga PLN sebelum memadamkan listrik agar terlebih dahulu untuk menyosialisasikan kepada masyarakat," ujarnya.

Dia menuturkan seharusnya proses pemadaman listrik, PLN langsung melakukan sosialisasi. Apalagi sifatnya dadakan. Ini supaya masyarakat tahu dan mencari solusi lain buat penerangan seperti menyediakan genset, lilin, lampu petroma dan penerangan lainnya.

Deni (29) warga Kubu Raya merasa kecewa ternyata pemadaman listrik secara tiba-tiba masih terjadi. Contohnya Minggu subuh hari, disaat warga akan melakukan masak dan santap sahur tiba-tiba listrik padam. ”Memang beberapa menit saja. Tapi kita takutnya lama. Jangan dong PLN seperti begini. Setelah bukan lagi dipegang pak Dahlan, penerangan malahan jadi hancur. Sementara untuk urusan putus sambungan pelanggan, PLN paling cepat bertindak,” ucap dia.(den)

Sumber : Pontianak Post

No comments:

| Copyright © 2013 Kubu Raya Mandiri