Tuesday, July 3, 2012

Alat Pendeteksi Ikan Bakal Dianggarkan
*Eksekutif-Legislatif Sepakat

SUNGAI KAKAP – Kalangan eksekutif dan legislatif di Kabupaten Kubu Raya sama-sama satu pendapat menganggarkan alat pendeteksi ikan kepada seluruh nelayan di kabupaten ini. Itu setelah sebelumnya Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) Kalbar dari anggaran APBN, membantu fish finder sebanyak 42 buah untuk pencari ikan di Kecamatan Sungai Kakap.

“Kalau melihat potensi perikanan meningkat tajam, kita akan evaluasi dan komunikasikan dengan Dinas Perikanan dan Kelautan. DPRD pasti bakalan memberikan suport ke masyarakat nelayan,” ungkap Usman, wakil Ketua DPRD Kubu Raya, kemarin.

Menurut dia, salah satu pilar Kubu Raya adalah nelayan bersama elemen sungai dan laut, yang merupakan potensi tidak terduga. Bantuan 42 buah alat pendeteksi nelayan yang diberikan ke nelayan Sungai Kakap, diakui dia, jumlahnya sangat terbatas. Seyogyanya, dia menghendaki agar seluruh nelayan kecamatan dan kabupaten memiliki alat ini. ”Dan kami berjanji akan perjuangkan,” kata politikus vokal yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kubu Raya ini.


Legislatif dapil Sungai Kakap tersebut mengungkapkan bahwa anggaran alat pendeteksi ikan atau fish finder tersebut akan menjadi prioritas kerja legislatif dan eksekutif, dalam anggaran perubahan atau APBD tahun 2013. Namun dengan syarat dari hasil evaluasi peralatan dari LAPAN sebelumnya, terjadi peningkatan pendapatan dan kesejehtaraan nelayan. ”Pokoknya, kalau pendapatan nelayan meningkat. Anggaran untuk pendeteksi ikan akan coba kita perjuangkan,” ucapnya.

Suharjo, plt Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kubu Raya, mengatakan begitu banyak keuntungan yang didapatkan nelayan dengan menggunakan peralatan pendeteksi ikan atau GPS atau fish finder. Pasalnya, titik-titik penyebaran ikan dalam jarak beberapa mil dapat diketahui nelayan dengan pasti dan pas. “Itu keutamaan peralatan pendeteksi ikan ini,” kata dia.

Dia yakin sangat tidak menutup kemungkinan dari 42 fish finder yang dibantu akan dilakukan evaluasi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya, menurutnya, akan fokus dan terus mengembangkan bantuan tersebut. Kalau nantinya pendapatan nelayan signifikan terjadi peningkatkan pendapatan, diharapkan dia agar GPS tersebut ditambah.

Sementara di sisi lain, informasi bantuan akan kontinyu secara periodik juga dilaporkan. “Misalnya begini. Sebelum dibantu GPS, pendapatan nelayan perhari bisa 100 kilogram. Setelah ada alat pendeteksi bisa 200 atau 300 kilogram. Itu berarti naik karena adanya alat pendeteksi ikan. Dan tidak menutup kemungkinan dalam APBD, kita programkan,” ujarnya. ”Tidak saja di Kecamatan Sungai Kakap, tetapi juga tempat lain,” timpal dia.

Lebih jauh, dikatakannya, GPS atau fish finder tidak hanya dilengkapi sinyal canggih. Dalam radius panjang, menurutnya, juga dapat mendeteksi penyebaran ikan dalam jumlah tidak sedikit. Pergerakannya, ditambahkan dia, ikan-ikan diprediksikan dapat diketahui nelayan. ”Sudah pasti terdeksi. Tidak bisa dikira-kira. Dalam radius berapa meter, alat ini dapat melihat bayangan dan gerombolan titik ikan,” ungkapnya.

Dijelaskan dia  bahwa alat ini tidak hanya digunakan nelayan besar seperti di negara tetangga atau luar Provinsi Kalbar. Tetapi nelayan kecil yang membawa bobot kapal 500 – 1.000 ton, menurut dia, juga dapat dipergunakan.

Uniknya, ditambahkan dia, peralatan ini efisien bekerja, juga dapat menghasilan tangkapan secara maksimal. ”Ke depannya tinggal bagaimana pengaturan managemen waktu saja,” ujarnya. Sementara itu, Sabarudin, nelayan yang sudah 24 tahun berprofesi sebagai penangkap ikan, begitu berterima kasih atas bantuan alat pendeteksi ikan dari LAPAN tersebut. “Kami sejak dulu menangkap ikan dengan cara tradisional. Hasilnya juga tidak menentu. Mudah-mudahan dengan alat pendeteksi ikan, terjadi perubahan,” ungkapnya. (den)

Sumber : Pontianak Post

0 comments:

Post a Comment