Robo-Robo, Interaksi Sosial Budaya Masyarakat

SUNGAI RAYA—Ritual robo-robo di Kubu Raya yang digelar pada Rabu (18/1) kemarin dilangsungkan di tiga kecamatan yakni Sui Kakap, Teluk Pakedai dan Kubu. Antusias masyarakat untuk merayakan robo -robo tampak luar biasa. Ribuan masyarakat memadati arena berlangsungnya robo-robo. Di Sui Kakap dipusatkan di terminal Sui Kakap, di Kubu di depan Keraton Kubu.

Di Sui Kakap dan Kubu agenda yang dihelat tiap tahun ini dihadiri Bupati beserta kepala SKPD, Kapolresta Pontianak, sejumlah unsur muspika, anggota DPRD Kubu Raya, anggota DPRD Kalbar hingga anggota DPR RI dapil Kalbar serta tokoh masyarakat.

ROBO-ROBO:
Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan ditemani istri dan dua anggota DPR RI dapil Kalbar, Zulfadhli dan Sukiman menghadiri acara ritual robo-robo yang digelar di Kecamatan Sungai Kakap, Kubu dan Teluk Pakedai. Foto denny/Pontianak Post


Dalam sambutannya, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan agenda robo-robo ini merupakan modal sosial budaya bagi masyarakat Kubu Raya. "Dengan ciri khas masyarakatnya yang heterogen maka robo-robo dapat menyatukan dan bersatu padu masyarakat," kata Bupati Muda.

Robo-robo disebutkan Bupati Muda sekaligus untuk membangun karakter masyarakat sehingga harus mempunyai jati diri. Robo-robo sekaligus untuk membangun kepercayaan satu sama lain. "Dengan agenda ini tentunya dapat menjadi magnet untuk dampak yang lebih besar bagi pembangunan," kata Bupati Muda.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kubu Raya, Ir. Usman mengharapkan kedepan agenda robo-robo dapat dikemas lebih baik lagi. "Yang sekarang ini sudah lebih baik maka kedepan harus lebih baik lagi sehingga dapat menjadi daya tarik bagi pariwisata Kubu Raya," katanya.

Dia katakan robo-robo dapat diambil hikmahnya untuk kesejahteraan dengan lebih mengedepankan kebersamaan untuk meningkatkan taraf hidup.Di tempat yang sama, anggota DPRD Kalbar Fatahillah Abrar mengatakan dengan robo-robo ini maka mewujudkan Desa Kakap sebagai desa wisata."Kami di DPRD Provinsi Kalbar siap memperjuangkan Desa Kakap sebagai desa wisata. Sharing dana Rp2-3 miliar tidak terlalu besar untuk wujudkan itu," ucapnya.

Sementara dari Kecamatan Kubu, M Sood Djafar salah satu tokoh masyarakat mengharapkan tradisi robo-robo ini tetap terus dipertahankan sebagai tradisi budaya yang tak terlupakan."Seni budaya ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap seni budayanya yang telah diwariskan sejak ratusan tahun lalu. Ini sangat baik bagi generasi penerus kita selanjutnya," kata tokoh yang akrab disapa To Alang ini.

Tiba di Kubu, Bupati Muda beserta istri, Zulfadhli dan Sukiman disambut dengan ritual cucur air mawar dari tokoh masyarakat dan muspika.Ribuan Warga Menyemuti Pasar Raya Robo-RoboDi Pasar Raya Robo'-robo' yang menjadi salah satu tujuan utama bagi masyarakat yang ada di Kabupaten Kubu Raya dan sekitarnya karena pada pasar tersebut menjual berbagai keperluan masyarakat dengan harga relatif murah. "Dalam perayaan ritual robo'-robo', pasar raya menjadi salah satu tujuan utama masyarakat.

Setiap pelaksanaan ritual tahunan tersebut, ribuan warga dari Kubu Raya dan Potianak serta daerah sekitarnya memadati pasar yang dibuka hanya satu minggu tersebut," kata Camat Sungai Kakap, Sudiono, di Sungai Kakap, Rabu.Sudiono memaparkan, pada pasar raya tersebut selain menjual pakaian, pernak-pernik hiasan dan aksesories, perlengkapan rumah tangga, hingga makanan tradisional semuanya dijual dengan harga sangat murah.

Dengan harga murah tersebut menjadi salah satu alternativ wisata belanja bagi masyarakat. Hal itu yang dimanfaatkan para pedagang untuk mendaptkan keuntungan berlipat.  "Dengan adanya pasar murah ini, perkonomian masyarakat berputar sangat cepat. Dari keterangan yang kita dapat dari salah seorang pedagang, mereka bisa mendapatkan keuntungan hingga tiga kali lipat saat menjual dagangan mereka di pasar raya Robo'-robo' itu," katanya.

Samsul, salah seorang pedagang pakaian dan sandal dari Kota Pontianak menyatakan dia menjadi pedagang tetap di pasar raya robo'-robo' Kecamatan Sungai Kakap selama lima tahun berturut-turut. Meski berdagang hanya satu minggu, namun dia mengaku mendapat penghasilan bersih hingga RP4 juta. "Setiap tahunnya saya rela menyewa stand di pasar ini, karena keuntungannya cukup besar, dibanding jika saya berjualan dipinggir jalan di Pontianak Utara," katanya.(den)

Sumber : Pontianak Post

1 comment:

  1. namanya robo-robo, saya jadi ingat robot. kesannya kok nggak lokal

    ReplyDelete

| Copyright © 2013 Kubu Raya Mandiri