Pulau Jambu Andalkan Hasil Alam

PULAU JAMBU—Kabupaten Kubu Raya memiliki beberapa pulau terpencil yang nyaris berbatasan dengan kabupaten lain. Salah satunya Pulau Jambu yang masuk dalam salah satu agenda pemekaran desa. Terpencilnya wilayah ini membuat warganya mengandalkan hasil alam sebagai mata pencahariannya.

Penjabat Sementara Kepala Desa Pulau Jambu, Muslimin menuturkan kepada wartawan. “Warga di sini masih mengandalkan hasil alam sebagai mata pencaharian. Seperti aliran Sungai Kapuas untuk nelayan dan pasir ada jua hasil perkebunan dan pertanian. Dengan pemekaran desa ini, diharapkan  masyarakat merasakan dampaknya langsung,” katanya kepada wartawan kemarin.

Menurut dia masyarakat Pulau Jambu selama ini mengandalkan hasil alam sebagai mata pencaharian utama. Penghasilan mereka selain sebagai petani tanaman padi, juga mayoritas merupakan nelayan sungai. ”Untuk perkebunan karet memang ada. Jumlah petaninya hanya sedikit. Namun sekarang yang tengah berkembang pesat adalah perkebunan kelapa sawit. Di daerah kami sudah masuk. Warganya kebanyakan beserta di sektor ini juga,” ucapnya.

Dengan mengandalkan hasil alam tersebut, calon desa pemekaran dari Pulau Limbung ini memang tidak banyak perubahan. Masyarakat yang mayoritas muslim masih hidup dalam keterbatasan. Namun demikian, mereka cukup kaya karena adat istiadat tempo dulu diterapkan.

”Misalnya gotong royong. Selama ini selalu diutamakan. Makanya kami kaya khasanah kekeluargaan. Hampir  mayoritas warga di sana adalah keluarga dan keturunan bugis melayu asli,” ungkap dia. Ia menambahkan Desa Pulau Jambu memiliki luas wilayah sekitar 2.292 hektar. Sementara warga penghuninya mencapai  997 jiwa. Untuk jumlah kepala keluarga mencapai 330. Warga di sini siap berubah dengan menyongsong pemekaran desa baru ini. (den)

Sumber : Pontianak Post

No comments:

| Copyright © 2013 Kubu Raya Mandiri