Curi Dominasi di Sungai Raya

KASUS pencurian di wilayah hukum Polsek Sungai Raya masih mendominasi. Sampai tanggal 18 Juni tahun 2012 tercatat ada 19 kasus kejahatan yang terjadi di wilayah ibukota Kubu Raya ini. Kapolsek Sungai Raya, AKP Jajang S.Kom melalui Kanit Reskrim Polsek Sungai Raya, Ipda Muslimin mengatakannya kepada wartawan.

”Delapan kasus berhasil kita selesaikan perkaranya. Sedangkan yang masih ditangani ada 11 kasus. Meski begitu 6 kasus berhasil kita ungkap dengan mengamankan para pelakuknya,” kata Ipda Muslimin, Senin (18/6). Menurut dia tindak kejahatan di wilayah hukum Polsek Sungai Raya cukup banyak. Namun jumlahnya diupayakan terus ditekan supaya kasus kejahatan di wilayah hukum Polsek Sungai Raya tidak besar.

Untuk kasus kejahatan terutama pencurian, lanjutnya, pada umumnya banyak terjadi ketika pagi hari pukul 07.00- 11.00 Wib. Saat itu kondisi pemilik rumah sedang tidak berada di tempat. Yang sasarannya paling dominant adalah wilayah komplek perumahan. “Pada umumnya para pelaku kebanyakan mengambil televisi layar datar, laptop, handphone dan barang berharga lain yang mudah dibawa oleh pelaku,” ujarnya.


Meskiupun demikian modus baru pelaku kejahatan pencurian juga terus berkembang. Modus baru seperti berpura-pura bertamu ke rumah orang. Akan tetapi saat pemilik rumah lengah atau tidak berada di rumah, barang berharganya langsung dikuras habis.

Penyidik kepolisian, lanjutnya, bukan tidak bekerja keras mengungkapkan kasus ini. Polisi sering mengalami kendala dalam mengungkap beberapa kasus kejahatan. Itu karena kurangnya saksi di lapangan yang melihat kejadian kejahatan berlangsung. Makanya anggota Polsek Sungai Raya kerap menyebar untuk mencari pelaku kejahatan yang masih buron.

Muslimin menambahkan jumlah persentase kejahatan yang berhasil terungkap sebesar 42 persen. Jumlah tersebut meningkat dari bulan sebelumnya. “Kita terus berupaya mengungkap kasus-kasus yang telah masuk ke Polsek Sungai Raya,” ujarnya.Ia meminta masyarakat dapat lebih menjaga lingkungannya agar tidak kejahatan tidak terus terjadi. Aktivkan siskamling dengan tujuan menekan angka kriminalitas di lingkungan masyarakat.

Dari beberapa sumber disebutkan sebetulnya kasus pencurian lebih banyak lagi. Dikarenakan banyak korban yang enggan melaporkan sehingga data yang diperoleh Polsek lebih sedikit.”Sebagian besar korban malas melapor. Karena kalau melapor pun banyak kasus yang tidak terungkap,” ungkap sumber tersebut.
(den)

Sumber : Pontianak Post

No comments:

| Copyright © 2013 Kubu Raya Mandiri