Dinkes: Hepatitis Bisa Dicegah

HEPATITIS termasuk penyakit mematikan dan menelan tidak sedikit korban. Namun penyakit hepatitis mampu diatasi lewat vaksinasi atau imunisasi. Namun yang juga perlu diperhatikan masalah higienitas atau kebersihan tubuh supaya seseorang terhindar dari ancaman penyakit yang menular dengan cepat melalui berbagai media ini.

“Penyakit hepatitis terjadi akibat pada peradangan organ hati (lever). Penyebab penyakit yang utama adalah virus hepatitis. Ada beraneka ragam virus hepatitis yaitu A, B, C. Itulah kenapa mungkin kamu sering mendengar hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Titus Nursyiwan kepada wartawan usai mengikuti seminar hepatitis di Dinas Provinsi Kalbar, Kamis (2/8).

Katanya secara umum, penyakit hepatitis adalah sebuah penyakit yang menyerang hati. Kebanyakan orang Indonesia menyebutnya dengan penyakit kuning. Ini tidak mengherankan, sebab gejala hepatitis seperti warna kuning pada kulit, kuku dan bagian putih bola mata.


Gejala hepatitis pada awalnya mungkin tidak dirasakan langsung penderita, paling hanya gejala umum seperti muntah, mual, gemar tidur, atau tidak nafsu makan plus tubuh tidak berstamina. Walau begitu gejala hepatitis diatas juga dapat disertai dengan demam.

“Sedangkan gejala penyakit hepatitis yang mudah dilihat dari fisik adalah urine berwarna gelap, perut bagian atas membesar, penurunan berat badan, feses (kotoran) berwarna putih, kuku berwarna kuning, kulit berwarna kuning, dan putih mata menjadi kuning,” katanya.

Sementara untuk pencegahannya adalah dengan cara pemberian imunisasi untuk hepatitis A dan Hepatitis B sejak usia dua tahun sudah cukup untuk mencegah terserangnya penyakit hepatitis. “Yang terpenting juga adalah melakukan pola makan yang sehat, olahraga yang teratur,” tambahnya.

Sementara Direktur Pengendalian Penyakit Menular, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, M Subuh mengatakan, hasil riset kesehatan dasar (riskesdas) tahun 2007 menunjukan, prevalensi penyakit Hepatitis B sebesar 9,4 persen.

“Hal ini menunjukkan, Indonesia merupakan negara dengan endemisitas tinggi Hepatitis B,” tegas Subuh di Pontianak. Menurutnya, sekitar satu setengah juta orang di Indonesia meninggal pertahunnya akibat penyakit Hepatitis B dan C. Sehingga Kementerian Kesehatan RI, terus melakukan penanggulangan dengan tindak pencegahan.

Diantaranya melalui pencegahan primer dengan melakukan promosi dan imunisasi, pencegahan sekunder dengan penapisan (screening) dan pencegahan tersier dengan mencegah keparahan dan rehabilitasi penderita.
Penyakit hepatitis tidak hanya mampu diatasi melalui vaksinasi atau imunisasi, namun yang juga perlu diperhatikan  adalah masalah higienitas atau kebersihan tubuh.

Karena sangat menunjang seseorang terhindar dari ancaman penyakit yang dapat menular dengan cepat melalui berbagai media.  “Untuk mencegah penyakit hepatitis terhadap diri kita, upaya yang perlu diperhatikan dalam pengendalian penyakit hepatitis adalah promosi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Penapisan donor darah oleh PMI dan pengembangan jejaring surveilans epidemiologi hepatitis,” ungkapnya. Dalam melakukan tes cepat supaya dapat mendeteksi penyakit Hepatitis B dan C membutuhkan biaya besar. Oleh karena masih tingginya biaya yang dibutuhkan, maka tidak heran jika jumlah penderita penyakit Hepatitis B dan C masih berupa fenomena gunung es di Indonesia.(den)

Sumber : Pontianak Post

No comments:

| Copyright © 2013 Kubu Raya Mandiri