Pembebasan Lahan, Tanggungjawab Pemkab

SUNGAI RAYA – Bandara Supadio dalam beberapa tahun ke depan akan memiliki landasan baru. Meski begitu, persoalan yang dihadapi saat ini adalah pembebasan lahan. Sedikitnya dibutuhkan beberapa hektar lahan untuk membuat runway baru.

“Pembebasan lahan (merupakan) tanggungjawab Pemkab (Kubu Raya). Tetapi Gubenur Kalbar sudah menjanjikan untuk pembebasan lahan sebagai pembangunan runway baru. Dan kita tunggu realisasinya. Mudah-mudahan tahun 2012 sudah bisa dianggarkan di APBD Provinsi atau Kabupaten,” ujar Dirjen Perhubungan Udara Kementriaan Perhubungan, Hari Bhakti Simanjuntak, kepada wartawan, kemarin.

Menurut dia, pihak PT Angkasa Pura II masih menunggu realisasi pembebasan lahan tersebut. Untuk saat ini di Bandara Supadio sedang fokus dan konsen membangun terminal baru dan ruang kargo baru. ”Masih dalam tahapan untuk lintasan baru,” ungkapnya.


Meski begitu, Dirjen Perhubungan Udara mewanti-wanti agar lahan gambut di sekitar Bandara Supadio, pengerjaannya harus di-preloading secara serius agar bermanfaat. Untuk runway, tahapan pengerjannya sudah memasuki tahap III menyusul tahap IV sebagai kegiatan rekontruksi. “Dan saya optimis, runway di sini akan benar-benar kuat kalau direncanakan matang, juga menyeluruh,” katanya.

Di samping itu, Dirjen juga mengeritisi ancaman maskapai penerbangan BUMN seperti Garuda yang mewanti-wanti akan meninggalkan Bandara Supadio, jika perbaikan lintasan runway tidak dilakukan. ”Nggaklah. Perusahaan BUMN itu sebagai regulator kok. Ancaman boleh saja. Tetapi saya optimis mereka juga berpikir ulang kalau melihat peluang penumpang di Kalbar,” ujarnya.

Ia mengandaikan peluang tersebut Garuda yang dulu terbang ke Bandara Supadio sebelumnya hanya  2 kali penerbangan menjadi 5 kali penerbangan. Bagi airline, menurut dia, hal itu merupakan peluang dan kesempatan. Kalau sampai menutup rute karena persoalan runway, dipastikan dia akan rugi. Ancaman tersebut, menurutnya, hanya untuk pesawat berawak besar.

Sementara Garuda sendiri seperti pemberitaan sebelumnya akan melakukan pengadaan penambahan pesawat di bawah 100 penumpang. “Jetnya lebih kecil. Dan itu akan menambah keuntungan juga bagi penumpang Kalbar. Penambahan pesawat bisa menambah frekuensi dari 5 kali menjadi 10 kali. Jadi jangan khawatirlah,” ujarnya.

Ia mengatakan pembangunan runway baru sudah diprogramkan pada 2014. Makanya, menurut dia, kabinet pemerintahan saat ini penekanannya lebih kepada pembangunan terminal dan runway asal. Makanya, proses pembangunannya dilakukan sharring antara daerah dan pusat. ”Dan kita terus berharap adalah tetap sejalan juga searah,” tutur dia.

Hari menjelaskan bahwa sebetulnya prospek dunia penerbangan begitu cemerlang dan cukup bagus. Itu diperlihatkan dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 7, sementara fluktautif kenaikan penerbangan mencapai 12 – 15 persen. ”Itu bagus sekali,” kata dia. (den)

Sumber : Pontianak Post

No comments:

| Copyright © 2013 Kubu Raya Mandiri